DYAN ANGGRAINI Lahir di Kediri (Jawa Timur) tanggal 2 Februari 1957. Mengenal seni rupa dari ayahnya, Rais Rayan mahasiswa ASRI angkatan pertama. Dyan di besarkan dalam lingkungan Tamansiswa, lingkungan yang mengenalkan seni budaya sejak dini . Setelah menyelesaikan sekolah di Taman Madya Tamansiswa Kediri , Dyan memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di STSRI “ASRI “Yogyakarta jurusan Seni Lukis, lulus tahun 1982. Menikah dengan Hutomo , dan tinggal selama tujuh tahun di kec.Tambelangan, Kab. Sampang, Madura. Tahun 1989 kembali ke Yogyakarta bekerja menjadi karyawan di Taman Budaya Yogyakarta . Lima belas tahun kemudian , pada tahun 2004 mengemban tugas sebagai Kepala Taman Budaya Yogyakarta hingga tahun 2011. Dyan berharap agar Taman Budaya bisa menjadi “Jendela Yogyakarta- the window of Yogyakarta”. yang terbuka untuk para seniman, budayawan, masyarakat luas, dan penikmat seni sesuai dengan fungsi dan tugas yang diemban Taman Budaya.. Dyan turut memprakarsai lahirnya Majalah Seni Budaya ‘MataJendela’ , ruang seni untuk anak-anak ‘ Art for Children’ , Yayasan Biennale Yogyakarta, Museum Anak Kolong Tangga, dan ‘Pasar Kangen Jogja’. Pada tahun 2018 menerima Penghargaan Lifetime Achievement BEBRAYAN D.I.W.O dari Taman Budaya Yogyakarta, Dan pada Tahun 2019 menerima Penghargaan Anugerah Kebudayaan dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemerintah Daerah DIY) Dari tahun 1977 sampai dengan tahun 2022 telah berpameran bersama tidak kurang dari 175 kali di beberapa kota di Indonesia, Singapore dan Malaysia. Pameran tunggalnya seperti “Di Antaranya : Luka” di Jiwa Gallery (2023); "Neng-Ning-Nung-Nang" di Perguruan Tamansiswa Kediri (2022); “Temu Para Maestro” Maestro Meeting di Jogja Gallery (2021); Hitam-Putih Dyan Anggraini di Dyan Art Studio, Yogyakarta (2019); Perempuan (di) Borobudur di Galeri Nasional Jakarta (2018); Ambang/Threshold di Sangkring Art Space, Yogyakarta (2013); Beyond the Mask di Griya Santrian Gallery, Sanur, Bali (2007} ; decoraGent di Hadiprana Gallery, Jakarta (2007); Invisible Mask di CSIS, Jakarta (2005); So(k)-So(k) Topeng di Bentara Budaya, Yogyakarta (2004); Pameran Tunggal II, di CCCL (French Cultural Center, sekarangIFI), Surabaya (2003); Pameran Tunggal I, di PPIA (Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika), Surabaya ( 1989) Dan pada bulan Juli 2023 Dyan meresmikan studio tempatnya berkarya menjadi Rumah_DAS, ruang alternatif yang mewadahi aktivitas seni rupa di sisi utara Yogyakarta sebagai ruang Diseminasi Alir Seni Rupa.
RUMAH BAGI SENIMAN : WAWACARA IBU DYAN ANGGRAINI OLEH LISISTRATA LUSANDIANA
PAMERAN SENI RUPA MAESTRO MEETING DI JOGJA GALLERY - KARYA SENIMAN DYAN ANGGRAINI
Bincang - Bincang JHS#17 “Jalan- Jalan Menapak Jejak Seni Rupa di Yogyakarta”